KTI (Pengaruh Kandungan Air pada Tanaman)

Bab I   Pendahuluan

  1. Latar Belakang
Hutan
merupakan jantung dunia yang banyak mempunyai fungsi penting bagi
kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Namun, banyak hutan-hutan gundul
serta kebakaran hutan terjadi dimana-mana, terutama hutan didaerah
tropis. Akibatnya banyak hutan yang tak berfungsi layaknya hutan yang
sebenarnya.
Hutan yang rusak tidak hanya disebabkan oleh ulah manusia
melainkan juga faktor kandungan air.

Air juga berpengaruh pada
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pengaruh air sangatlah penting
karena air merupakan faktor yang terpenting bagi tanaman. Jika tanaman
di beri air, namun air tersebut mengandung bahan berbahaya di dalamnya,
maka tanaman tersebut akan mati. Jadi kita harus mengetahui air apa saja
yang berguna bagi tanaman tersebut. Dalam kehidupan kita sehari-hari,
kita pasti memerlukan tanaman terutama untuk mendapatkan oksigen yang
dihasilkan dari fotosintesis tanaman pada siang hari. Untuk melakukan
fotosintesis tersebut, tanaman pasti membutuhkan zat-zat atau
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya fotosintesis.
Faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor internal dan faktor
eksternal. Pada karya tulis ini, kami meneliti tentang pengaruh salah
satu faktor eksternal pada pertumbuhan tanaman, yaitu kandungan air.

Dalam
Karya Tulis Ilmiah ini kami melakukan penelitian tentang pengaruh air
tanah, air cucian beras, dan air deterjen pada kacang hijau. Kami
berharap Karya Tulis Ilmiah ini berguna dalam penggunaan air sisa
terhadap tanaman.

  1. Rumusan Masalah
Beberapa
rumusan masalah yang kami ajukan dan menjadi bahan dari permasalahan
kami dalam penelitian kami terhadap pengaruh air adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana pengaruh kandungan pada air cucian beras (leri) bagi pertumbuhan kacang hijau?
  2. Bagaimana pengaruh kandungan pada air deterjen bagi pertumbuhan kacang hijau?


C.  Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1.  Mengetahui pengaruh kandungan pada air cucian beras (leri) bagi pertumbuhan kacang hijau.

2.  Mengetahui pengaruh kandungan pada air deterjen bagi pertumbuhan kacang hijau.



D.  Manfaat Penelitian

Dengan
adanya penelitian ini, diharapkan masyarakat dapat mengetahui kandungan
pada air cucian beras dan air deterjen yang dapat mempengaruhi
pertumbuhan tanaman.



  1. Batasan Operasional
Dalam
penelitian ini untuk menghindari perluasan masalah, maka diperlukan
adanya pembatasan masalah. Adapun pembatasan masalah penelitian ini
adalah sebagai berikut :

  1. Subjek Penelitian : Air tanah, air cucian beras (leri) yang diambil pada pencucian beras pertama, dan air deterjen.
  2. Objek
    Penelitian  : Biji kacang hijau dengan jenis yang sama. Parameter
    penelitian ini adalah tinggi tanaman sampai duabelas hari penelitian


  1. Definisi Opersional
Air
adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air
tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu
atomoksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan
tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar)
and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan
suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan
banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa
jenis gas dan banyak macam molekul organik.

Hutan adalah sebuah
kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya.
Kawasan-kawasan semacam ini terdapat di wilayah-wilayah yang luas di
dunia berfungsi sebagai penampung karbondioksida (carbon dioxide sink),
habitat hewan, modulator arus hidrologika, serta pelestari tanah, dan
merupakan salah satu aspek biosfer bumi yang paling penting.

Dalam
pertanian, tanaman adalah semua subjek usaha tani yang bukan hewan dan
dibudidayakan pada suatu ruang atau media yang sesuai untuk usaha itu.

Air
tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan
dibawah permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air
yang keberadaannya terbatas dan kerusakannya dapat mengakibatkan dampak
yang luas serta pamulihannya yang sulit dilakukan. Air tanah biasanya
ditampung pada suatu tempat seperti sumur untuk digunakan sebagai sumber
air untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, menyiram
tanaman, dan berbagai aktivitas lain.

Air cucian beras (leri)
merupakan air sisa proses pencucian beras. Air cucian beras ini mudah
diperoleh dan mengandung zat mineral, antara lain posfor. Sedangkan air
cucian beras (leri) merupakan air sisa proses pencucian beras. Air
cucian beras ini mudah diperoleh dan mengandung zat mineral, antara lain
posfor.

Air deterjen adalah air yang mengandung deterjen. Air
deterjen biasanya digunakan untuk mencuci baju karena dalam deterjen
terdapat zat-zat yang dapat membuat baju yang terkena noda menjadi
bersih dari noda.



Bab II  Kajian Teori

  1. Air
Air
adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air
tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu
atomoksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan
tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar)
and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan
suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan
banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa
jenis gas dan banyak macam molekul organik.

Keadaan air yang
berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi
normal, terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara
hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik,
yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas,
sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel periodik,
terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen
adalah nitrogen, flor, danfosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-elemen
ini apabila berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada
temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan
oksigen membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih
bersifat elektronegatif ketimbang elemen-elemen lain tersebut (kecuali
flor). Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih
kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah
muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada
atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul
air memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar
molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing
molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang
pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut
sebagai ikatan hidrogen.

Air sering disebut sebagai pelarut universal karena
air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis
antara fase cair danpadat di bawah tekanan dan temperatur standar.
Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen
(H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).

Sebelum
melakukan penelitian, ada baiknya kita mengetahui fungsi air bagi
tanaman. Beberapa fungsi air bagi pertumbuhan tanaman adalah:

1)    Penyusun tubuh tanaman (70%-90%)

2)    Pelarut dan medium reaksi biokimia

3)    Medium transpor senyawa

4)   Memberikan turgor bagi sel (penting untuk pembelahan sel dan pembesaran sel

5)    Bahan baku fotosintesis

6)    Menjaga suhu tanaman supaya konstan



Berikut ini adalah penjelasan-penjelasan tentang jenis air yang kami pakai.

A.  Air Tanah

Air
tanah adalah air tawar yang terletak di ruang pori-pori antara tanah
dan bebatuan dalam. Air tanah juga berarti air yang mengalir di
lapisan aquifer di bawah water table. Terkadang berguna untuk
membuat perbedaan antara perairan di bawah permukaan yang berhubungan
erat dengan perairan permukaan dan perairan bawah tanah dalam di aquifer
(yang kadang-kadang disebut dengan "air fosil").

Sistem perairan
di bawah permukaan dapat disamakan dengan sistem perairan permukaan
dalam hal adanya input, output, dan penyimpanan. Perbedaan yang paling
mendasar adalah kecepatan dan kapasitasnya; air tanah mengalir dengan
kecepatan bervariasi, antara beberapa hari hingga ribuan tahun untuk
muncul kembali ke perairan permukaan dari wilayah tangkapan hujan, dan
air tanah memiliki kapasitas penyimpanan yang jauh lebih besar dari
perairan permukaan.

Input alami dari air tanah adalah serapan dari
perairan permukaan, terutama wilayah tangkapan air hujan. Sedangkan
output alaminya adalah mata air dan serapan menuju lautan.

Air
tanah mengalami ancaman berarti menghadapi penggunaan berlebihan,
misalnya untuk mengairi lahan pertanian. Penggunaan secara belebihan di
area pantai dapat menyebabkan mengalirnya air laut menuju sistem air
tanah, menyebabkan air tanah dan tanah di atasnya menjadi asin (intrusi
air laut. Selain itu, manusia juga dapat menyebabkan air tanah
terpolusi, sama halnya dengan air permukaan yang menyebabkan air tanah
tidak dapat digunakan.



B.  Air Cucian Beras (Leri)

Pada
saat pencucian beras, air cucian beras akan terlihat putih keruh karena
akan membawa partikel halus yang menempel di butiran beras. Partikel
putih yang terbawa dalam air cucian ini sebenarnya adalah karbohidrat
juga seperti halnya yang terdapat dalam bijih beras. Bahkan untuk jenis
beras yang dibuang kulit gabahnya dengan jalan ditumbuk dan bukan dengan
menggunakan mesin, maka akan menyisakan komponen bahan alami yang
sangat bermanfaat. Bahan ini kaya akan vitamin B1 yang mempunyai peranan
di dalam metabolisme tanaman dalam hal mengkonversikan karbohidrat
menjadi energi untuk menggerakkan aktifitas di dalam tanaman. Sehingga
tanaman yang mengalami stres karena kondisi bare root (pengiriman tanpa
media) ataupun dikarenakan pemindahan tanaman ke media baru, segera
melakukan aktifitas metabolisme untuk beradaptasi dengan lingkungan
ataupun media yang baru. Untuk tanaman yang sudah sehatpun akan menjadi
lebih tidak gampang stres. Pada proses pengupasan kulit ini maka akan
dihasilkan hasil samping berupa dedak dan juga gabah atau kulit biji
beras.

C.  Air Deterjen

Kandungan pada deterjen :

a)    Surfaktan

Surfaktan (surface active agent)
merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu
hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi
menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang
menempel pada permukaan bahan. Secara garis besar, terdapat empat
kategori surfaktan yaitu:

a. Anionik      : -Alkyl Benzene Sulfonate (ABS)

             -Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS)

              -Alpha Olein Sulfonate (AOS)

b. Kationik     : Garam Ammonium

c. Non ionik    : Nonyl phenol polyethoxyle

d.  Amphoterik  : Acyl Ethylenediamines

b)    Builder

Builder (pembentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan dengan cara menon-aktifkan mineral penyebab kesadahan air.

a. Fosfat      :  Sodium Tri Poly Phosphate (STPP)

b. Asetat          :  - Nitril Tri Acetate (NTA)

  - Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)

c.  Silikat     :  Zeolit

d.  Sitrat     :  Asam Sitrat

c)    Filler

Filler (pengisi)
adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan
meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas. Contoh Sodium sulfat.

d)    Aditif

Aditif
adalah bahan supleme/tambahan untuk membuat produk lebih menarik,
misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak berhubungan
langsung dengan daya cuci deterjen. Additives ditambahkan lebih untuk
maksud komersialisasi produk. Contoh : Enzim, Boraks, Sodium klorida,
Carboxy Methyl Cellulose (CMC).



  1. Pertumbuhan
PERTUMBUHAN
adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme. Pertumbuhan ini
bersifat kuantitatif/terukur. Secara umum pertumbuhan dan pekembangan
pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan
sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan
jaringanmeristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.
Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel,
membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.

Tahap-tahap pertumbuhan tanaman yakni :

  1. Perkecambahan
Perkecambahan
terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan pertumbuhan
plumula (calon batang). Factor yang mempengaruhi perkecambahan adalah
air, kelembapan, oksigen dan suhu. Perkecambahan biji ada dua macam
yaitu

a. Perkecambahan epigeal : Hipokotil memanjang sehingga
plumula dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan
fotosintesis selama daun belum terbentuk. Contoh : perkecambahan kacang
hijau.

b. Perkecambahan hypogeal : epikotil memanjang sehingga
puluma keluar menembus kulit biji dan muncul diatas permukaan tanah
sedangkan kotiledon tertinggal dalam tanah. Contoh : perekcambahan
kacang kapri.

2. Pertumbuhan Primer



Terjadi sebagai
hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada
embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang. Embrio
memiliki 3 bagian penting :

a. tunas embrionik yaitu calon batang dan daun

b. akar embrionik yaitu calon akar

c. kotiledon yaitu cadangan makanan

Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer. Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah :

a. Daerah pembelahan sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik)

b.  Daerah pemanjangan berada di belakang daerah pembelahan

c.
Daerah diferensiasi bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan.
Sel-sel mengalami diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun
muda dan tunas lateral yang akan menjadi cabang.

3. Pertumbuhan Sekunder

Merupakan
aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus.
Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan
menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.

Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler.
Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.Selanjutnya parenkim
akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium
yang disebut kambium intervasis. Kambium intravasis dan
intervasis membentuk lingkaran tahun bentuk konsentris. Kambium yang
berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung.
Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara pembentukan xilem dan floem
yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit. kedalam membentuk feloderm
(sel-sel hidup) serta keluar membentuk felem (sel-sel mati)



Ciri-ciri
jaringan meristemtik ini adalah mempunyai dinding yang tipis,
bervakuola kecil atau tidak bervakuola, stiplasma pekat dan sel-slenya
belum berspeliasasi. Ketika pertumbuhan berlangsung secara aktif,
sel-sel meristem membelah dan membentuk sel-sel baru. Sel baru yang
terbantuk itu pada awalnya rupanya sama tetapi setelah dewasa, sel-sel
tadi berdiferensiasi menjadi jaringan lain.

Jaringann meristem ada dua jenis yaitu :

a. Jaringan meristem apix

b. Jaringan meristem lateral

Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh kegiatan meristem sekunder yang meliputi:

A. Kambium gabus

B. Kambium fasis

C. Kambium interfasis

4. Pertumbuhan terminal

    
Terjadi pada ujung akar dan ujung batang tumbuhan berbiji yang aktif
tumbuh. Terdapat 3 daerah (zona) pertumbuhan dan perkembangan

a. Daerah pembelahan (daerah meristematik).

b. Daerah pemanjangan

c. Daerah diferensias



C.  Kacang Hijau

Kacang
hijau (Hindi: मूँग), juga dikenal sebagai choroko (dalam bahasa
Swahili), kacang, Mongo, moong, Moog (penuh) / Moog dal (split) (dalam
bahasa Bengali, Marathi), kacang mash, munggo atau monggo, gram hijau,
gram emas, dan kedelai hijau, adalah benih Vigna radiata yang berasal
dari Bangladesh, India, dan Pakistan. Kacang split dikenal sebagai moong
dal, Pesara [పెసర] (Telugu), yang hijau kulitnya, dan kuning ketika
dikuliti. Kacang kecil, bulat telur dalam bentuk, dan hijau dalam warna.
Kata "hijau" Bahasa Inggris berasal dari moong Hindi.

Kacang
hijau adalah salah satu dari banyak spesies baru saja pindah dari genus
Phaseolus Vigna dan masih sering terlihat dikutip sebagai Phaseolus
aureus atau Phaseolus radiatus. Variasi ini tata nama telah digunakan
mengenai spesies tanaman yang sama.

Kacang hijau adalah sejenis
tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika.
Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan  (Fabaceae) ini memiliki
banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan
berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan
ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan
kacang tanah.

Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji
kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan
langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde,
bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang
umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai
tauge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang
terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam
bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung
hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung membentuk gel.
Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun.

Kacang
hijau juga bisa menurunkan demam, bahkan menurut hasil penelitian,
kacang hijau adalah penurun demam yang terbaik bila dibandingkan dengan
penurun demam dari ramuan tradisional lainnya. Hebatnya lagi, biar
direbus lama, sampai hancur, kacang hijau tetap berkhasiat, tidak
terpengaruh dengan panas. Berbeda dengan kacang, sayur, buah, dan bahan
ramuan tradisional lainnya yang bila direbus terlalu lama, akan
menurunkan khasiat pengobatannya.

Kandungan Gizi Kacang Hijau

Kacang
hijau, biji matang, mentah Nilai Kandungan Gizi Kacang Hijau per 100 g
(3.5 oz), Energi 1.452 kJ (347 kcal), Karbohidrat 62,62 g, Gula 6,60 g,
Dietary fiber 16.3 g, Lemak 1,15 g, Protein 23,86 g, Vitamin C 4.8 mg
(8%), Kalsium 132 mg (13%), Magnesium 189 mg (51%), Fosfor 367 mg (52%),
Kalium 1246 mg (27%), dan Sodium 15 mg (1%).



D.  Tanaman

Dalam pertanian, tanaman adalah
semua subjek usaha tani yang bukan hewan dan dibudidayakan pada suatu
ruang atau media yang sesuai untuk usaha itu. Pengertian ini dibedakan
dari penggunaan secara awam bahwa tanaman sama dengan tumbuhan. Pada
kenyataannya, hampir semua tanaman adalah tumbuhan, tetapi ke dalam
pengertian tanaman tercakup pula beberapa fungi(jamur pangan, seperti
jamur kancing dan jamur merang) dan alga (penghasil agar-agar dan nori)
yang sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan nilai ekonominya. Tanaman
"sengaja" ditanam, sedangkan tumbuhan adalah sesuatu yang muncul atau
tumbuh dari permukaan bumi.

2 komentar:

Obat Penyubur Kandungan mengatakan...

saya sering berkunjung di blog-blog, postingan ini sangat menarik serta enak dibaca.... saya berharap bisa berkunjung lagi

Anonim mengatakan...

tolong dong di tambahkan daftar pustakanya>

Posting Komentar

Teknologi dan Informasi © 2011 Template by:
dulhak . mbah